Yuk Mengintip Produsen Dupa Harum & Adat, Budaya Bali di Tengah Pandemi

Yuk Mengintip Produsen Dupa Harum & Adat, Budaya Bali di Tengah Pandemi

Meskipun virus corona menyerang Indonesia, termasuk Bali, tak membuat masyarakatnya menghilangkan kebiasaan dan tradisi. Semuanya masih dilakukan dengan menuruti protokol kesehatan. Berikut adat dan budaya masyarakat Hindu Bali di tengah pandemi.

Masyarakat Hindu Bali di Tengah Pandemi

Menggunakan masker

Salah satu cara yang efektif dalam menekan penyebaran virus corona di Bali adalah patuh untuk menggunakan masker. Setiap upacara tetap berlangsung, hanya saja peserta wajib menggunakan masker secara keseluruhan. Meski begitu, masker tak mengurangi khidmat dalam upacara.

 

Social distancing

Di tengah pandemi covid-19, sebaiknya warga tidak berkerumun untuk menekan angka tertular. Berhubung setiap upacara di Bali melibatkan banyak orang, maka mereka harus saling menjaga jarak. Setiap orang dengan lainnya harus berjarak sekitar 1 meter untuk pencegahan penularan.

 

Pembatasan peserta upacara

Pemerintah desa adat memberlakukan pembatasan peserta setiap upacara. Jika biasanya setiap upacaranya diramaikan oleh prajuru, masyarakat umum, dan turis, kini hanya prajuru saja yang ikut. Banyaknya orang akan membuat kerumunan tak terkendali dan melanggar protokol kesehatan.

 

Sembahyang giliran

Setiap krama adat atau warga yang ingin sembahyang di pura harus mengikuti protokol kesehatan. Selain itu, mereka juga wajib untuk mengikuti aturan pembatasan orang di dalam pura. Kini pura dibuka dari pagi hingga malam untuk melayani krama adat yang akan sembahyang.

Namun, pemerintah tetap mengingatkan bahwa sembahyang di rumah akan jauh lebih baik. Setiap masyarakat Bali biasanya memiliki pura kecil di rumah. Dengan begitu, mereka tak perlu keluar rumah, bertemu orang lain, dan mencegah diri dari tertular virus. 

 

Upacara tangkal wabah

Upacara tangkal wabah ini disebut dengan Ngelawang. Upacara memiliki tujuan untuk membersihkan desa dari segala sekala dan niskala, termasuk dari virus korona. Ritual yang satu ini diadakan di Mendoyo, salah satu kecamatan di Jembrana.

Ritual ini diikuti oleh 25 orang dengan mengelilingi banjar adat yang ada di desa. Merek berharap agar bhuta kala yang sering mengganggu warga tidak lagi hadir demi terciptanya keseimbangan alam. Upacara ini dilaksanakan menjelang hari Galungan.

Nuansa sembahyang yang dalam tentunya diinginkan oleh setiap orang. Anda bisa menggunakan dupa KAORI dalam aktivitas ibadah Anda. Ada terdapat berbagai macam wangi yang bisa digunakan untuk sembahyang di pura pribadi Anda. Semua dupa bisa dicek di kaoribali.com.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *

Copyright © 2021 Kaori Bali

Informasi Menarik Lainnya

Sekilas Tentang Kami

Kaori Group hadir di tengah masyarakat Bali untuk mewujudkan produk Bali yang bisa mendunia dengan daya saing tinggi di era globalisasi

Alamat Kami

  • Jl. Raya Mas No.60X, MAS, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali 80571
  • Call Center 24 jam non stop siap membantu anda 
    – 0877 7711 7720
  • Email: kaorigroupbali@gmail.com

 

 

Aplikasi Kami