Sejarah dan Makna Canang Sari di Bali

Sejarah dan Makna Canang Sari di Bali

Tak lengkap rasanya apabila ritual umat Hindu tidak memliki canang sari. Setiap hari, umat Hindu membuatnya sebagai salah satu upakara atau perlengkapan wajib saat ritual. Itu sebabnya, Anda mungkin menemukannya di setiap rumah, jalan, hingga tempat sembahyang di Bali. Berikut ini adalah sejarah dan makna canang sari bagi umat Hindu di Bali.

Sejarah Canang Sari

Pembuatan canang sari membawa makna teologis yang asalnya adalah penggabungan masa pra-Hindu dan masuknya Hindu di Bali. Itu sebabnya di dalam canang sari terdapat kapur sirih yang sudah dikonsumsi masyarakat Bali sebelum adanya agama Hindu. Canang sari merupakan ciptaan Mpu Sangkulputih di Pura Besakih sebagai sulinggih.

Mpu Sangkulputih memaknai canang sari sebagai bahan ritual karena padanan di dalamnya terdiri warna hitam, putih, dan merah. Semuanya melambangkan Dewa-Dewa yang mempengaruhi kehidupan manusia selama atman atau ruh belum dicabut. Hingga kini, canang sari menjadi barang yang wajib untuk persembahan yang dilakukan setiap sore untuk umat Hindu di Bali.

Makna Canang Sari

  • Lambang kehidupan

Di dalam canang sari, salah satu unsurnya adalah beras atau wija. Beras melambangkan bahwa Sang Hyang Atma membuat tubuh manusia menjadi hidup. Dari awal manusia berada di kandungan hingga kematiannya, Sang Hyang Widhi menjaganya dengan baik. Beras memberikan simbol layaknya benih yang memberi makna bahwa akar kehidupan diciptakan oleh Sang Hyang Widhi.

  • Lambang perilaku manusia

Ruh manusia terbagi ke dalam 3 unsur yakni pikiran, perbuatan dan perkataan yang dalam umat Hindu disebut dengan Tri Permana. Unsur-unsur tersebut adalah aktivitas manusia sehari-hari yang diharapkan memiliki rasa cinta dan kasih. Pengharapan tersebut ditujukan untuk Sang Hyang Widhi agar senantiasa terjaga sekaligus ungkapan syukur.

  • Kekuatan para Dewa

Canang sari memiliki beragam bunga di dalamnya. Di antaranya bunga warna putih, merah, kuning, dan hijau. Masing-masing bunga melambangkan kekuatan para Dewa. Bunga putih melambangkan Dewa Siwa, merah lambang dari Sang Hyang Brahma, kuning melambangkan Sang Hyang Mahadewa, dan bunga biru melambangkan Dewa Wisnu.

Tak hanya canang sari, ritual umat hindu tak terlepas dari perlengkapan lain seperti dupa. Anda bisa mendapatkan dupa yang berkualitas seperti dupa KAORI. Selain harganya yang terjangkau, wangi dari dupa bisa membuat suasana sembahyang semakin dalam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *

Copyright © 2021 Kaori Bali

Informasi Menarik Lainnya

Sekilas Tentang Kami

Kaori Group hadir di tengah masyarakat Bali untuk mewujudkan produk Bali yang bisa mendunia dengan daya saing tinggi di era globalisasi

Alamat Kami

  • Jl. Raya Mas No.60X, MAS, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali 80571
  • Call Center 24 jam non stop siap membantu anda 
    – 0877 7711 7720
  • Email: kaorigroupbali@gmail.com

 

 

Aplikasi Kami